Minggu, 24 Februari 2019

ARTIKEL



BAHAYA! GAME ONLINE BISA MEMATIKAN KEHIDUPAN SOSIAL. 



Game online? Dua kata itu sudah tak asing lagi di telinga kita bukan? Ya, game online merupakan permainan yang bisa diakses oleh semua kalangan selama ada jaringan atau koneksi internet. Kita juga dapat bermain dengan banyak orang di waktu yang sama, dimanapun, dan kapanpun melalui komunikasi online. Banyak yang bilang, tujuan utama bermain game online adalah sebagai hiburan, refreshing, menghilangkan penat, dan masih banyak lagi. Sebenarnya, itu tidak masalah karena setiap orang punya cara yang berbeda untuk menghilangkan rasa lelah dan penat yang ada dalam dirinya.
Sayangnya, di zaman modern ini, banyak orang yang sudah ketergantungan dengan game online, sudah diperbudak oleh teknologi. Terutama para remaja, bagaimana nasib bangsa kita kedepannya jika saat ini saja sudah mulai dihancurkan oleh berbagai macam game? Kecanduan game online dapat mempengaruhi aspek sosial dalam menjalani kehidupan sehari-hari mulai dari berinteraksi dengan orang-orang terdekat, sulit bersosialisasi, perilaku dan sikapnya berubah karena lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia maya dibandingkan dalam dunia nyata.
Peneliti umumnya menganggap bahwa ketergantungan bermain game online merupakan satu kontinum karena belum adanya titik potong yang baku antara orang yang mengalami ketergantungan game online dan yang tidak mengalami ketergantungan (Block, 2008, dalam Xu, Turel, & Yuan, 2012). Penggila game online di Indonesia saat ini diperkirakan telah mencapai 15 juta pengguna (Yudhianto, 2013). Game online tersebut tersedia untuk dikonsumsi oleh kalangan pemain game dari berbagai kelompok usia dan gender. Anak- anak dan remaja cenderung lebih tertarik pada game jika dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.
Secara psikologis, game online memberikan banyak dampak negatif terhadap kehidupan sosial. Berikut adalah beberapa dampak negatif bermain game online terhadap kehidupan sosial :
1. Jika terlalu sering bermain games apalagi game online, waktu anak bersama teman dan keluarga menjadi renggang karena pergaulan hanya di sekitar game online saja bukan di lingkungan nyata.
2. Terbiasa hanya berinteraksi dengan game membuat individu menjadi tertutup dan sulit mengekspresikan diri ketika berada di lingkungan nyata.
3. Ketergantungan pada aktivitas nge-games akan mengurangi aktivitas positif yang seharusnya dijalani oleh anak pada usia perkembangan mereka. Bahkan banyak kasus yang terlihat bahwa, ketergantungan pada aktivitas nge-games berlanjut pada usia dewasa (masa kuliah). Anak yang mengalami ketergantungan pada aktivitas games, akan mengurangi waktu belajar dan waktu untuk bersosialisasi dengan teman sebaya mereka. Jika ini berlangsung terus menerus dalam waktu lama, di perkirakan anak akan menarik diri pada pergaulan sosial, dan tidak peka dengan lingkungan. Perubahan pola perilaku dari sisi kepribadian seorang pemain game online terlihat dengan jelas dari bagaimana perubahan konstan emosinya yang tidak menentu, kadang tenang, kadang meluap-luap. Hal ini dipicu oleh keadaan-keadaan yang terjadi dalam permainan, misalnya kalah dalam pertarungan melawan monster dalam game, dibunuh karakter pemain lain, kehilangan koin dalam game karena ditipu pemain lain, dan lain sebagainya. Rata-rata para pemain menunjukkan reaksi emosi yang sama ketika bermain dan mengalami keadaan-keadaan tersebut. Perilaku sehingga jarang sekali bersosialisai dengan masyarakat di lingkungan tempat dia tinggal. Kekakuan sikap ini dapat dia alami di lingkungan masyarakat mana saja. Kegiatan sosial di lingkungan desa pun jarang sekali diikuti oleh mereka.
Mereka umumnya terikat pada satu siklus jadwal harian di dalam game, dimana terdapat daily quest atau semacam misi harian yang harus diselesaikan setiap hari, sehingga membuat mereka harus mengerjakan misi tersebut agar tidak tertinggal dengan pemain lainnya. Hal inilah yang membuat masyarakat menganggap bahwa pecandu game adalah individu-individu yang sulit bergaul karena telah terkungkung dalam dunianya sendiri tanpa mau mengenal dunia luar. Sampai saat ini aktivitas gaming atau bermain game baik online maupun offline masih dianggap sebagai aktivitas yang banyak mengundang resiko-resiko negatif bagi para pecandunya.

Nah itulah beberapa bahaya yang ditimbulkan oleh game online terhadap kehidupan sosial, lalu bagaimana cara untuk mengurangi kecanduan game online?
1. Membatasi waktu bermain game online.
2. Membatasi pemasangan game pada gadget.
3. Mencoba hobi baru.
4. Mencoba terapi.
 Semoga kita bisa menjadikan warga Indonesia adalah orang-orang yang berkualitas terutama para pemudanya yang harus siap menjadikan bangsa Indonesia menjadi lebih maju lagi. Memanfaatkan teknologi dengan bijak dan sebaik-baiknya.

JAYALAH INDONESIA DAN BERKUALITASLAH BANGSANYA!!!


Semoga bermanfaat J

29 komentar:

  1. Ya memang dimasa sekarang anak dimasa remaja dimanja dengan game yang sedang berkembang sangat pesat saat ini.Tapi sisi negatif nya sangat mendominasi,dimana kebersamaan keluarga menjadi kurang,dan terbatasnya tentang pemahaman sosial karena terlena oleh game yang berbasis "online"
    The best of your artikels

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya setuju.

      Bnyak org jd terlena oleh game online dan gara2 game bisa mengganggu kebersamaan dengan keluarga. Bahkan menjadi renggang.

      Thanks:)

      Hapus
  2. Wah bahaya yaa
    Makasih info nyaa ๐Ÿ‘

    BalasHapus
  3. Wahh seremm yaa
    Makasih ya info nyaa.

    BalasHapus
  4. Baguss banget๐Ÿ‘ sesuai sma kehidupan anak jaman skrng nih:v

    BalasHapus
  5. Artikel yang bagus... semoga kedepannya semakin banyak anak dan orang tua yang ikut membantu membimbing dan memantau aktivitas bermain game tepat pada waktunya saja.Tidak sampai lupa waktu dan lupa segalanya....

    BalasHapus
  6. Terima kasih:)

    Aamiin. Smg kita semua bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Jangan seperti diperbudak oleh game.

    BalasHapus
  7. Aamiin...
    Game jaman sekarang yang terlihat mengasyikan dan melalaikan waktu itu seperti penjajahan berbentuk Halus kepada generasi Millenial kini.sadar tak sadar, lambat laun jika tak ada perubahan generasi muda bangsa ini akan tergerus dan tumbang oleh imbas Game Online tersebut... #SaveGenerasiMillenial #LawanPenjajahanOnline

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepat sekali๐Ÿ‘

      Smg yang sudah terlanjur kecanduan segera tersadarkan, jangan sampai generasi ini rusak hanya karena game.

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Balasan
    1. Ternyata pengaruh negatifnya bukan hanya dari aspek sosial saja. Dari segi kesehatan, bisa kita lihat meningkatnya angka penderita miopi di kalangan remaja bahkan anak2 karena terlalu lama berada didepan monitor pc atau gadget. Dari segi keagamaan orang menjadi lebih jauh dari ibadahnya. Intinya sesuatu yg berlebihan itu tdk pernah baik. Great article!! ๐Ÿ‘๐Ÿ‘

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. betul. ternyata masih banyak pengaruh negatif lainnya mulai dari sosial, kesehatan, keagamaan, dan lainnya. terima kasih sudah menambahkan :)

      Hapus
  10. Terlalu banyak sisi negatif daru game online ya

    BalasHapus

NOVEL(PART 6)

CINTA HALALKU PART 6  "Semoga kamu adalah masa depanku. Aku disini bersiap menjemputmu." ~Fahri Al Farizi~ ...