BAHAYA! GAME ONLINE BISA MEMATIKAN KEHIDUPAN SOSIAL.
Game online? Dua kata itu sudah tak asing lagi di
telinga kita bukan? Ya, game online merupakan permainan yang bisa diakses oleh
semua kalangan selama ada jaringan atau koneksi internet. Kita juga dapat
bermain dengan banyak orang di waktu yang sama, dimanapun, dan kapanpun melalui
komunikasi online. Banyak yang bilang, tujuan utama bermain game online adalah
sebagai hiburan, refreshing, menghilangkan penat, dan masih banyak lagi. Sebenarnya,
itu tidak masalah karena setiap orang punya cara yang berbeda untuk
menghilangkan rasa lelah dan penat yang ada dalam dirinya.
Sayangnya, di zaman modern ini, banyak orang yang
sudah ketergantungan dengan game online, sudah diperbudak oleh teknologi.
Terutama para remaja, bagaimana nasib bangsa kita kedepannya jika saat ini saja
sudah mulai dihancurkan oleh berbagai macam game? Kecanduan game online dapat
mempengaruhi aspek sosial dalam menjalani kehidupan sehari-hari mulai dari
berinteraksi dengan orang-orang terdekat, sulit bersosialisasi, perilaku dan
sikapnya berubah karena lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia maya
dibandingkan dalam dunia nyata.
Peneliti
umumnya menganggap bahwa ketergantungan bermain game online merupakan satu
kontinum karena belum adanya titik potong yang baku antara orang yang mengalami
ketergantungan game online dan yang tidak mengalami ketergantungan (Block,
2008, dalam Xu, Turel, & Yuan, 2012). Penggila game online di Indonesia
saat ini diperkirakan telah mencapai 15 juta pengguna (Yudhianto, 2013). Game
online tersebut tersedia untuk dikonsumsi oleh kalangan pemain game dari
berbagai kelompok usia dan gender. Anak- anak dan remaja cenderung lebih
tertarik pada game jika dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.
Secara psikologis, game online memberikan banyak
dampak negatif terhadap kehidupan sosial. Berikut adalah beberapa dampak
negatif bermain game online terhadap kehidupan sosial :
1.
Jika terlalu sering bermain games apalagi game online, waktu anak bersama teman
dan keluarga menjadi renggang karena pergaulan hanya di sekitar game online
saja bukan di lingkungan nyata.
2.
Terbiasa hanya berinteraksi dengan game membuat individu menjadi tertutup dan
sulit mengekspresikan diri ketika berada di lingkungan nyata.
3.
Ketergantungan pada aktivitas nge-games akan mengurangi aktivitas positif yang
seharusnya dijalani oleh anak pada usia perkembangan mereka. Bahkan banyak
kasus yang terlihat bahwa, ketergantungan pada aktivitas nge-games berlanjut
pada usia dewasa (masa kuliah). Anak yang mengalami ketergantungan pada
aktivitas games, akan mengurangi waktu belajar dan waktu untuk bersosialisasi
dengan teman sebaya mereka. Jika ini berlangsung terus menerus dalam waktu
lama, di perkirakan anak akan menarik diri pada pergaulan sosial, dan tidak
peka dengan lingkungan. Perubahan pola perilaku dari sisi kepribadian seorang
pemain game online terlihat dengan jelas dari bagaimana perubahan
konstan emosinya yang tidak menentu, kadang tenang, kadang meluap-luap. Hal ini
dipicu oleh keadaan-keadaan yang terjadi dalam permainan, misalnya kalah dalam
pertarungan melawan monster dalam game, dibunuh karakter pemain lain,
kehilangan koin dalam game karena ditipu pemain lain, dan lain
sebagainya. Rata-rata para pemain menunjukkan reaksi emosi yang sama ketika
bermain dan mengalami keadaan-keadaan tersebut. Perilaku sehingga jarang sekali
bersosialisai dengan masyarakat di lingkungan tempat dia tinggal. Kekakuan
sikap ini dapat dia alami di lingkungan masyarakat mana saja. Kegiatan sosial di
lingkungan desa pun jarang sekali diikuti oleh mereka.
Mereka umumnya terikat pada satu siklus jadwal harian di
dalam game, dimana terdapat daily quest atau semacam misi harian
yang harus diselesaikan setiap hari, sehingga membuat mereka harus mengerjakan
misi tersebut agar tidak tertinggal dengan pemain lainnya. Hal inilah yang
membuat masyarakat menganggap bahwa pecandu game adalah
individu-individu yang sulit bergaul karena telah terkungkung dalam dunianya
sendiri tanpa mau mengenal dunia luar. Sampai saat ini aktivitas gaming atau
bermain game baik online maupun offline masih dianggap
sebagai aktivitas yang banyak mengundang resiko-resiko negatif bagi para
pecandunya.
Nah itulah beberapa bahaya yang
ditimbulkan oleh game online terhadap kehidupan sosial, lalu bagaimana cara
untuk mengurangi kecanduan game online?
1. Membatasi waktu bermain game online.
2. Membatasi pemasangan game
pada gadget.
3. Mencoba hobi baru.
4. Mencoba terapi.
Semoga kita
bisa menjadikan warga Indonesia adalah orang-orang yang berkualitas terutama
para pemudanya yang harus siap menjadikan bangsa Indonesia menjadi lebih maju
lagi. Memanfaatkan teknologi dengan bijak dan sebaik-baiknya.
JAYALAH
INDONESIA DAN BERKUALITASLAH BANGSANYA!!!
Semoga
bermanfaat J

Ya memang dimasa sekarang anak dimasa remaja dimanja dengan game yang sedang berkembang sangat pesat saat ini.Tapi sisi negatif nya sangat mendominasi,dimana kebersamaan keluarga menjadi kurang,dan terbatasnya tentang pemahaman sosial karena terlena oleh game yang berbasis "online"
BalasHapusThe best of your artikels
Iya setuju.
HapusBnyak org jd terlena oleh game online dan gara2 game bisa mengganggu kebersamaan dengan keluarga. Bahkan menjadi renggang.
Thanks:)
Wah bahaya yaa
BalasHapusMakasih info nyaa ๐
Iya bahaya,
HapusOk๐
Wahh seremm yaa
BalasHapusMakasih ya info nyaa.
seremmm...
HapusOk๐
Baguss banget๐ sesuai sma kehidupan anak jaman skrng nih:v
BalasHapusBetul betul betul๐
HapusArtikel yang bagus... semoga kedepannya semakin banyak anak dan orang tua yang ikut membantu membimbing dan memantau aktivitas bermain game tepat pada waktunya saja.Tidak sampai lupa waktu dan lupa segalanya....
BalasHapusTerima kasih:)
BalasHapusAamiin. Smg kita semua bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Jangan seperti diperbudak oleh game.
Aamiin...
BalasHapusGame jaman sekarang yang terlihat mengasyikan dan melalaikan waktu itu seperti penjajahan berbentuk Halus kepada generasi Millenial kini.sadar tak sadar, lambat laun jika tak ada perubahan generasi muda bangsa ini akan tergerus dan tumbang oleh imbas Game Online tersebut... #SaveGenerasiMillenial #LawanPenjajahanOnline
Tepat sekali๐
HapusSmg yang sudah terlanjur kecanduan segera tersadarkan, jangan sampai generasi ini rusak hanya karena game.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMERDEKA!!
BalasHapusTernyata pengaruh negatifnya bukan hanya dari aspek sosial saja. Dari segi kesehatan, bisa kita lihat meningkatnya angka penderita miopi di kalangan remaja bahkan anak2 karena terlalu lama berada didepan monitor pc atau gadget. Dari segi keagamaan orang menjadi lebih jauh dari ibadahnya. Intinya sesuatu yg berlebihan itu tdk pernah baik. Great article!! ๐๐
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusMERDEKA!
Hapusbetul. ternyata masih banyak pengaruh negatif lainnya mulai dari sosial, kesehatan, keagamaan, dan lainnya. terima kasih sudah menambahkan :)
HapusMantul nih saya sukaaa
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapusterima kasih :)
HapusBagus nih vin
BalasHapusmakasih nih
HapusNice vin
BalasHapusmakasih sa
HapusTerlalu banyak sisi negatif daru game online ya
BalasHapusbetul betul
HapusTerimakasih sangat bermanfaat
BalasHapus