Senin, 04 Maret 2019

NOVEL (PART 5)

CINTA HALALKU

PART 5 

"Kau sudah menjadi pelangi baru dalam hidupku. mewarnai hari-hariku."

~Fahri Al Farizi~


“Vi besok jam berapa?”tanyaku  karena besok akan mengerjakan tugas prakarya. Entahlah sekarang-sekarang memang banyak tugas kelompok. Bahkan aku sampai bingung kelompokku yang mana karena setiap pelajaran beda pula kelompoknya. Tapi kali ini aku satu kelompok dengan Novi sedangkan Mita dengan Rani.

“Jam 10 cit. bisa kan?” aku mengangguk.

“Eh iya. Kalian udah?” tanyaku pada Mita dan Rani.

“Belum nih, mau kerja kelompok besok tapi gak bisa. Soalnya mama minta buat temenin belanja hehehee”

“Iya deh yang mau shopping.”

“Oiya cit, emang bener kemaren dianter Kak Fahri?”tanya Novi penasaran. Aku malu. Aku maluuuu….

“Mmm iya.”jawabku singkat. Membuat mereka terus saja menggodaku.

“Cieee cieee.”

“Asikkkk”

“Duhh pengen dianter doi juga dong.”seru Rani.

“Ishh kalian apa deh.”

“Ko ga bilang-bilang sih Cit?” tanya Novi.

“Emang harus bilang?"

“Ya ngga juga sih hehehee.”

            Seperti yang sudah direncanakan, hari ini Citra akan mengerjakan tugas kelompok di rumah Novi lagi. tapi cuacanya sedikit mendung, seperti kurang mendukung. Tapi ia tetap saja melajukan motor maticnya. Sebenarnya ini udah mulai gerimis dann…….byurrrrrrr hujan seketika menjadi deras. Citra tak sempat berteduh dan memang tidak ada tempat untuk berteduh. Bajunya sudah basah kuyup, tapi ia lihat di sana ada ruko dan berniat berteduh disana. Beruntunglah rukonya masih tutup jadi tak malu untuk berteduh.


Citra mengirimkan pesan pada Novi.

Vi, aku kejebak ujan gimana iniii..
send.

Sementara Novi yang menunggu Citra kaget mendapatkan pesan bahwa sahabatnya itu terjebak hujan. Fahri yang kebetulan ada disitu heran melihat Novi yang mendadak hawatir.

“Kamu kenapa?”tanya Fahri pada Novi.

“Citra kak.”

“Citra? Kenapa Citra?” Fahri langsung saja jika sudah mendengar kata Citra.

“Mau kelompok kan disini.”

“Lahh terus? Kenapa hawatir gitu?

“Kejebak ujan dia kak.”

“APAA?!” Fahri panik. ‘kasian Citra’ ia langsung mengambil ponsel Novi.

Tunggu disitu!
send.

Fahri langsung melesat menjalankan mobilnya, tapi saat diambang pintu ia berbalik.

“Vi tanyain, dimana sekarang? Masa kakak mau jemput tapi gatau orangnya dimana.”

“Yehh kakak sih terlalu semangat.”Novi terkekeh.

“Cepet vii”

“Sabar kak, ini belom di bales.”

“Udah belum?” Novi memperlihatkan balasan Citra pada Fahri. Fahri mengangguk dan bergegas.

 Citra kedinginan, hujannya tambah deras dan ia tak tahu harus bagaimana, Novi menyuruhnya untuk tetap tunggu disitu. Citra tetap berdiri dan memandangi ponselnya..

“Diii—ngin”gumam Citra pelan. Bibirnya sudah biru.

“Nih pake.” Tiba-tiba ada seseorang yang memakaikan jaket ke punggungnya.

Citra mendongak.

“Kak Fahri?”

“Udah lama?”tanya Fahri. Citra tak menjawab dan malah balik bertanya.

 “Kakak ko disini?”

“Udah jangan banyak nanya, ayo masuk.”

“Tapi baju aku basah semua.”

“Udah gakpapa. Ayo Cit naik. Kakak ga tega liat kamu kedinginan gini.”

“Tapi motor aku?”

“Titip disana aja ya? Disana ada parkiran kan?” Citra mengangguk.

“Mana sini kuncinya.”Citra memberikan kunci itu pada Fahri.

“Tunggu sebentar.” Fahri menjalankan motor Citra ketempat parkiran, tak jauh dari situ dan Fahri pun kembali.

“Udah motornya aman kok.”

Citra terus memandangi baju Fahri yang basah. Ia merasa tak enak karena telah merepotkan Fahri.

“Maaf ya kak.”

“Maaf kenapa?”

“Itu baju kakak jadi basah semua.”

“Udah santai aja, Cit.”

Merakapun masuk kedalam mobil dan Fahri mulai menjalankan mobilnya. Hujan hari ini memberi kehangatan untuk Fahri. ia bisa lebih merasakan nikmatnya hujan bersama orang terkasih disampingnya. Ia menyunggingkan senyumnya dan melirik Citra sekilas.

Makasih udah ngisi ruang kosong dihati gue. batin Fahri.

***
Hari ini diadakan bazar makanan, agenda rutin setiap satu tahun sekali di SMA TARUNA, jadi setiap kelas minimal harus membuat 3 macam makanan tradisional dan nanti panitia akan menilainya. Mulai dari rasa, tampilan, kebersihan, kerapihan, dan masih banyak lagi. Semua kelas sudah ada tempatnya masing-masing dan lapangan kali ini sudah siap menjadi tempat bazar dan sudah dihias sedemikian rupa.

“Ini udah semua kan?” tanya Rangga.

“Udah kok.”jawab yang lain.

“Oiya, siapa yang mau jaga disini?”

“Jangan gue deh.”

“Jangan gue.”

“Jangan gue.”

“Yaudah aku aja.”ucap Citra.

“Ok, sama siapa lu Cit?”

“Sama gue aja.”ucap seseorang.

“Gila lu mana boleh, kita beda kelas.”jawab Rangga.

“Gapapa kali kan deketan ipa 1 sama ipa 2.”

“Tetep ga boleh Zidan, lu tau peraturannya kan?” Zidan menghela nafas pasrah.

“Ok ok.”

“Yang jaga stand kita Citra sama Gue aja.”ucap Novi dan semuanya setuju.
Semua sudah pada posisi masing-masing. Pertama-tama acara ini akan dibuka dengan sambutan dari kepala sekolah juga pengguntingan pita.

“Aaa bapakkk”

“Duhh bapakk ganteng banget sih pak.”

“Pakkk jangan senyum gitu, ga kuat guee.”

“Yang lama ya pak sambutanya, biar gue bisa liat bapak teruss.”

Anak-anak riuh karena memang Fahri lah yang memberi sambutannya, Fahri mulai memberikan sambutan dan membuka acara ini dengan pengguntingan pita. Citra yang dari tadi mendengar teriakan histeris anak-anak hanya menggelengkan kepalanya saja.

“Jangan cemburu loh.”bisik Novi.

“Siapa juga yang cemburu.”Novi malah cekikikan.
Panitia mulai berkeliling dan menilai semua makanan, yang menilai adalah kepala sekolah dan 5 orang guru.

Apa? Kepsek? Fahri dong? Yapp Fahri pun ikut menilai.
Citra menjadi deg-degan.

“Jangan deg-degan, biasa aja. tenang ada gue.”tebak Novi.

“Apasih Vi.”

“Udah Cit gausah boong, ketauan tau.” Citra diam tak menanggapi.

Kini giliran kelasnya yang dinilai.

“Semoga jurinya suka ya makanan kita dan bisa menang deh.”ucap Novi. Citra mengangguk.

“Kalian buat apa aja?” tanya Fahri.

“Kami buat pempek, siomay, cilok, sama es buah, Pak.”jawab Citra sebisa mungkin tak gugup dan yang pasti jangan sampai keceplosan manggil ’kakak’

Juru-juri mulai mencoba makanannya dan menilai.

“Enakk.”ucap Fahri.

“Makasih pak.”jawab Citra dan Novi kompak.

“Oiya, kamu. Kamu siapa namanya?”

“Saya pak?”tunjuk Citra pada dirinya sendiri. “Saya Citra Pak.” Fahri bertanya seolah-olah belum mengenal Citra, dan ia harus terlihat professional. Ia harus bisa menempatkan posisi, situasi, dan kondisi.

“Ok, nanti setelah selesai acara. Kamu ke ruangan saya ya.”

“Baik, Pak.” Jawab Citra. Citra sendiri pun bingung mengapa Kak Fahri memanggilnya. Sementara yang lain riuh..

“Duhh Citt gue aja yang gantiin lu.”

“Gue aja Cit."

“Gue aja.”

Anak-anak ada disekitar area bazar riuh karena mendengar perkataan Fahri.
Sementara disebelah Citra, ada Zidan yang terus memperhatikannya. Jujur, Zidan tak suka.
Apalagi dulu sempat ada yang bilang bahwa Fahri mengantarkan Citra pulang. Zidan tak tahu berita itu benar atau tidak yang pasti Zidan tak suka.
Tanpa sadar Zidan menatap Fahri dengan tatapan tak suka. Fahri pun jelas mengetahui arti dari tatapan itu. Fahri juga sudah tau jika Zidan memang menyukai Citra.

Setelah semua makanan dinilai, anak-anak mulai membeli berbagai macam makanan yang ada dibazar. Sangat ramai. Ada yang menawarkan makanan ada yang menggoreng, ada yang bolak-balik membawa es batu, air, dan banyak lagi keseruan lainnya disetiap bazar ini . setelah semua puas, makanan pun habis terjual mereka berkumpul dilapangan untuk mendengarkan pengumuman sekaligus menutup acara ini. Oiya, sebelum itu mereka harus membersihan lapangan dari sampah-sampah. Baru lah mereka berkumpul dilapangan.

“Baik, saya akan umumkan 3 kelas pemenang bazar makanan ini.”

“Juara 3 dimenagkan oleh XII IPA 2”

“Juara 2 dimenangkan oleh XII IPS 1”

“Dan juara pertama dimenangkan oleh….”Fahri menggantungkan kalimatnya membuat anak-anak tak sabar ingin mendengarkan kelanjutannya.

“XI IPA…”lagi-lagi Fahri menggantungkan kalimatnya membuat semuanya gemas sendiri.

“Bapakk ayo dong pak, penasaran kita”

“Yahh XI IPA, kita gak dapet guys.”ucap anak XI IPS.

“IPA berapa nih pak?”

“Ahh bapak bikin penasaran aja.”

“XI IPA 1” fahri melanjutkan perkataannya. Semua anak XI IPA 1 berteriak kegirangan.yaa benar itu memang kelas citra. Etsss… tapi ini memang murni penilaian para juri, bukan fahri yang menyuruh atau hal-hal curang lainnya. Fahri menutup acara ini dan semuanya berjalan dengan lancar.
Fahri kembali ke ruangannya dan yang pasti menunggu pujaan hati.

“Cit, pulang bareng yuk!” ajak zidan ketika citra sudah berada di luar kelas.

“Duluan aja dan.”tolak Citra.

“Lo mau pulang juga kan?”Citra mengangguk.

“Terus kenapa?”

“Gakpapa.”

Tiba-tiba novi teriak dari dalam.

“Ehh Cit jangan lupa loh ke ruang kepsek dulu---- upssss.” Novi kaget ternyata disitu ada Zidan. Novi pun sudah tau jika Zidan tak suka dengan kepsek baru itu, yang tak lain adalah kakak sepupu Novi. Belum banyak yang tahu, hanya Novi dan sahabat-sahabatnya saja.

“Yaudah aku duluan ya.”Novi mengangguk sedangkan Zidan? Ia hanya menatap Citra yang semakin menjauh.

Apa gue harus bener-bener buang rasa cinta ini Cit? gue udah coba. Tapi gak bisa. batin Zidan.

Tok..tok…tok…

“Masuk.”

“Assalamu’alaikum Pak.”

“Wa’alaikumsalam. Duduk.”perintah Fahri.
Citra pun duduk.

“Ada apa pak?”

“Kamu mau anter saya?”

“Kemana pak?”

“Beli buku.” Citra mengangguk senang.

“Yaudah yuk.”

“Ehh tapi kalo diliatin gimana? Citra dulu yang keluar ya. Baru bapak.” Fahri tertawa pelan.

“Yaudah iya kamu dulu.”

Citra keluar dan disusul oleh Fahri. Fahri segera memarkirkan mobilnya dan Citra menunggu di dekat halte.

“Ayo naik.” Citra pun naik. Tanpa Citra sadari ternyata ada sepasang mata yang memperhatikannya.siapa lagi kalau bukan Zidan?

Gue kalah. gumam Zidan dan melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata melampiaskan rasa kesalmya




Part 5, gimana gimana? maaf jika jauh dari kata sempurna. masih belajar :)

ku tunggu komentarnya. terima kasih :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NOVEL(PART 6)

CINTA HALALKU PART 6  "Semoga kamu adalah masa depanku. Aku disini bersiap menjemputmu." ~Fahri Al Farizi~ ...