CINTA HALALKU
PART 4
"Senja itu indah. Senja itu mengingatkanku tentangmu"
~Citra Almeera~
Bel
istirahat berbunyi, Citra dan ketiga temannya langsung bergegas ke kantin.
Mereka ternyata kompak tidak membawa makan. Biasanya mereka membawa bekal dan
bertukar menu makanan.
"Cit,
ayo kantin." ajak Mita
"Yuk,
laper nih."Citra berdiri dan membereskan buku yang berantakan di meja
terlebih dahulu.
"Berangkat..."ucap
Novi.
"Korban
tukang ojek dasar." ledek Rani.
“Suka-suka
gue.” Citra dan Mita hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Rani dan Novi selalu
saja bertengkar, ya walaupun hanya bercanda.
Merekapun
keluar kelas dan menuju kantin. Tapi ada yang menarik perhatian mereka,
anak-anak berkumpul dekat kantor dan sangat ramai bahkan sampai ke tengah
lapangan. Akhirnya merekapun melupakan perutnya yang keroncongan dan ikut
berkumpul dengan mereka.
"He
ada apa sih?"tanya Rani.
"Itu
ada pengganti kepsek baru."
"Ya
terus, kenapa sampe rame banget gini?"tanya Citra penasaran.
""Cakep
banget gila."
"Secakep
apa?" tanya Mita.
"Pokonya
cakep, nanti juga kalian tau deh."
Pasti
itu Kak Fahri. batin Novi.
Ia
sengaja tak memberi tahu sahabat-sahabatnya terutama Citra. Karena ia disuruh
untuk tidak memberi tahunya. Entah apa
alasan Fahri melarang Novi untuk memberi tahu mereka jika kakak sepupunya
itulah si pengganti kepsek, lebih tepatnya pengganti Om Hasan.
"Ehh
jadi kantin gak nih?" tanya Novi.
"Tapi
gue penasaran." jawab Rani. Ia masih sangat penasaran setampan apa
pengganti kepsek baru itu sampai anak-anak berkumpul seperti ini.
"Yaudah
kan nanti juga tau." ucap Novi sebisa mungkin bersikap biasa saja. Ia tak
mau jika mulutnya ini ember.
Mereka melihat sekeliling kantin. Sepi.
Ya, sepi hanya ada beberapa orang saja
karena anak-anak masih berkumpul ingin melihat kepsek barunya itu. mereka pun
leluasa untuk memilih tempat duduk, karena biasanya kantin ini begitu ramai dan
selalu penuh.
“Neng,
ini pada kemana yah? Tumben jam segini masih sepi.”tanya Mbak Mimi, salah satu
yang berjualan di kantin.
“Pada ngumpul tuh mbak pengen liat
kepsek baru.”jawab Rani.
Mbak Mimi hanya mengangguk dan menawari
mereka.
“ Pada mau pesen apa neng?”
“Biasa mbak, siomay sama jus jeruk yah.”
“Aku juga.”
“Aku juga.”
“Aku juga deh.”
“Sama semua berarti ya neng?”Mereka
mengangguk kompak.
“Tunggu sebentar ya.”
“Ok mbak.”
Tak
pelu menunggu lama akhirnya pesanan datang dan mereka segera menyantap
makanannya, suasana kantin mulai ramai dan sayup-sayup mereka mendengar
perkataan orang-orang tentang berita yang sedang hot disekolah ini.
“Duh
gue jadi betah disekolah kayaknya.”
“Iya
nih, tau kepsek cakep gitu gue jadi betah disekolah.”
“Kepseknya
buat gue aja.”
“Eh , ko gue jadi penasaran sih.”
“Penasaran? Kepsek?”tanya Novi. Mereka
mengangguk. Ia menggit bibir bawahnya, ingin sekali memberitahu.
“Emang kamu gak penasaran?” sebenarnya Novi
ingin sekali memberitahu sahabat-sahabatnya bahwa kepsek pengganti itu Kak
Fahri, pengganti Om Hasan.
Novi menggeleng dan sambil menyuapkan
somay ke mulutnya.
“Doorrrrrrr”
Novi dikagetkan oleh Devi dari belakang.
“Ishh lo tuh ya untung gue ga keselek
somay.” kesal Novi dan menyeruput jus jeruknya.
“Ehh vii ko lo gak ngasih tau sih kalo
kepseknya itu-----“ Novi menginjak kaki Devi dan memolotinya.
Citra, Mita, dan Rani bingung melihat
tingkah Novi yang aneh.
“kenapa sih, Vi?”
“Oh jangan jangan lo udah tau kepseknya
ya?”
Novi salah tingkah dan serba salah. Ia
bingung harus bagaimana.
“Ohh gitu ya sekarang….”Rani pura-pura
merajuk.
“Lo sih dev.” Devi nyengir. “hehe sorry,
gue ga tau. Yaudah gue duluan ya. Bye.”
Sementara Citra, Mita, dan Rani sudah
menatap Novi dengan tatapan membunuh, oh maksudnya’meminta penjelasan’
“Sabar dong mbak. Iyaiya nih ya novi
yang cantik ini bakal ngasih tau.” Rani memutar bola matanya.”cepet elahhh”
“kepsek baru itu Kak Fahri.”ucap Novi
santai.
“APAAA?!”ucap mereka kaget.
Citra kaget bukan main,
ternyata Fahri lah yang menggantikan Pak Hasan. Pantas saja jika anak-anak
berbicara seperti itu.
“Pantes mereka bilang
gitu. Kepseknya emang cakep.”ucap Mita
“Ekhmmm Ciee
citra.”ucap ketiga sahabatnya. Yapp mereka sudah tau dari Novi kalo kakaknya
itu suka pada Citra.
“Ishhh apa deh.” Citra menahan senyum dan memalingkan
wajahnya, malu.
Hari kamis, jadwal Citra
untuk eskul. Ia mengikuti eskul tataboga. Ternyata ada kegiatan tambahan dan
membuat Citra pulang semakin sore. Ia bingung sekarang harus meminta jemput
siapa. Ayahnya masih dikantor, abangnya sedang sibuk, ia berniat untuk memesan
grab tapi hpnya lowbat.
“Arghhh gimana ini.
Mana jalanan udah sepi lagi.”ucap Citra takut. Ia duduk dihalte depan sekolah
dan menunduk, menutupi muka dengan tangannya.
“Sendiri aja?”tanya
seseorang berdiri disebelahnya.
Citra mendongak. Mata
mereka bertemu. Tapi ia langsung mengalihkan pandangannya.
“Ehh iya pak.” jawab Citra
gugup. Sekarang kan Fahri sudah menjadi kepala sekolahnya.
“Jangan panggil pak
deh, panggil kakak aja.”
“Tapi ga sopan.”
“Ini kan udah diluar
jam sekolah Cit, jadi santai aja.” Citra mengangguk lemah dan tersenyum.
“Kamu kenapa? Nunggu
dijemput?”Citra menggeleng.
“Terus ngapain dong? “Citra
menggeleng lagi.
“Pulang yuk! Kakak
anter. Mau ya?”mata Citra berbinar.
“Serius kak?”
“Iya serius, masa iya
mainin kamu.”
“Ishhh bapakkk.”ucap Citra
kesal.
“Kakak Cit.” koreksi Fahri.
“Bapak aja deh.”
“Berasa tuaa banget
kalo bapak.” Citra terkekeh pelan dan tersenyum. Fahri sangat suka melihat Citra
tersenyum. Kini dia adalah semangatnya.
“Ayo cit, ini udah sore
loh!” Citra mengangguk.
Di dalam mobil, Citra
hanya diam. Sebenarnya canggung. Jadi Fahri lah yang harus memulai.
“Oiya, tumben pulangnya
sore banget.”tanya Fahri.
“Iya kak, tadi eskul
dulu.”Fahri mengangguk.
“Ikut eskul apa?”
“Tataboga kak.”Fahri mengangguk lagi.
“ Udah makan belum
Cit?” Citra menggeleng. Tiba-tiba Fahri menghentikan mobilnya dipinggir jalan.
“Tunggu sebentar.” Citra
bingung. Kak fahri mau ngapain? Tapi
tak lama setelah itu ia kembali dan membawa kantong plastik.
“Nih kamu suka ini
kan?” Fahri menyodorkan plastik itu pada Citra.
Citra menerimanya.
“Apa kak?”
“Buka aja cit, buat
ganjel laper.”
“Wahhh bakpauuu. Kakak
ko tau aku suka bakpau.”
“Taulah, semua tentang
kamu pun kakak tau.”
“Masa?”Fahri mengangguk
pasti.
“Asal kamu udah jadi
milikku seutuhnya.”lanjut Fahri pelan. Sangat pelan. Tapi Citra masih bisa
mendengarnya.
“Hah?”
“Enggak, udah cepet
kamu abisin itu bakpaunya.”
“Kakak ga makan
juga?”tanya citra. Fahri menggeleng.
“Kakak masih kenyang.
Tapi kalo kamu mau nyuapin kakak sih gapapa.”
“Ishh kak Fahri.”
“Hahaha bercanda Citra.”
Perjalanan kali ini
terasa begitu indah, di temani senja dan orang yang kita cinta.
Ternyata, bahagia itu
sederhana.
Citra sudah mengabari
keluarganya bahwa ia pulang telat dan sekarang dalam perjalanan pulang. Ya,
tadi citra Mengabari mamanya menggunakan ponsel Fahri. mengabari supaya
keluarganya tak khawatir.
“Makasih kak.” ucap Citra ketika mereka sudah sampai.
“Sama-sama Cit, yaudah
kakak pulang ya. Salam buat keluarga kamu.” Citra mengangguk.
Ia melambaikan tangannya,
Fahri juga. Setelah Fahri benar-benar pergi, Citra masuk ke dalam rumahnya.
'hari yang indah' Citra tersenyum lebar.
Part 4, bosen gak? atau penasaran? hehe...
ditunggu saran dan kritiknya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar