Minggu, 03 Maret 2019

NOVEL (PART 4)


CINTA HALALKU

PART 4

"Senja itu indah. Senja itu mengingatkanku tentangmu"


~Citra Almeera~


Bel istirahat berbunyi, Citra dan ketiga temannya langsung bergegas ke kantin. Mereka ternyata kompak tidak membawa makan. Biasanya mereka membawa bekal dan bertukar menu makanan. 

"Cit, ayo kantin." ajak Mita

"Yuk, laper nih."Citra berdiri dan membereskan buku yang berantakan di meja terlebih dahulu.

"Berangkat..."ucap Novi.

"Korban tukang ojek dasar." ledek Rani.

“Suka-suka gue.” Citra dan Mita hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Rani dan Novi selalu saja bertengkar, ya walaupun hanya bercanda.
Merekapun keluar kelas dan menuju kantin. Tapi ada yang menarik perhatian mereka, anak-anak berkumpul dekat kantor dan sangat ramai bahkan sampai ke tengah lapangan. Akhirnya merekapun melupakan perutnya yang keroncongan dan ikut berkumpul dengan mereka.

"He ada apa sih?"tanya Rani.

"Itu ada pengganti kepsek baru."

"Ya terus, kenapa sampe rame banget gini?"tanya Citra penasaran.

""Cakep banget gila."

"Secakep apa?" tanya Mita.

"Pokonya cakep, nanti juga kalian tau deh."

Pasti itu Kak Fahri. batin Novi.

Ia sengaja tak memberi tahu sahabat-sahabatnya terutama Citra. Karena ia disuruh untuk tidak memberi tahunya.  Entah apa alasan Fahri melarang Novi untuk memberi tahu mereka jika kakak sepupunya itulah si pengganti kepsek, lebih tepatnya pengganti Om Hasan.

"Ehh jadi kantin gak nih?" tanya Novi.

"Tapi gue penasaran." jawab Rani. Ia masih sangat penasaran setampan apa pengganti kepsek baru itu sampai anak-anak berkumpul seperti ini.

"Yaudah kan nanti juga tau." ucap Novi sebisa mungkin bersikap biasa saja. Ia tak mau jika mulutnya ini ember.
Mereka melihat sekeliling kantin. Sepi.
Ya, sepi hanya ada beberapa orang saja karena anak-anak masih berkumpul ingin melihat kepsek barunya itu. mereka pun leluasa untuk memilih tempat duduk, karena biasanya kantin ini begitu ramai dan selalu penuh.

“Neng, ini pada kemana yah? Tumben jam segini masih sepi.”tanya Mbak Mimi, salah satu yang berjualan di kantin.

“Pada ngumpul tuh mbak pengen liat kepsek baru.”jawab Rani.
Mbak Mimi hanya mengangguk dan menawari mereka.

“ Pada mau pesen apa neng?”

“Biasa mbak, siomay sama jus jeruk yah.”

“Aku juga.”

“Aku juga.”

“Aku juga deh.”

“Sama semua berarti ya neng?”Mereka mengangguk kompak.

“Tunggu sebentar ya.”

“Ok mbak.”

           Tak pelu menunggu lama akhirnya pesanan datang dan mereka segera menyantap makanannya, suasana kantin mulai ramai dan sayup-sayup mereka mendengar perkataan orang-orang tentang berita yang sedang hot disekolah ini.

“Duh gue jadi betah disekolah kayaknya.”

“Iya nih, tau kepsek cakep gitu gue jadi betah disekolah.”

“Kepseknya buat gue aja.”

“Eh , ko gue jadi penasaran sih.”

“Penasaran? Kepsek?”tanya Novi. Mereka mengangguk. Ia menggit bibir bawahnya, ingin sekali  memberitahu.

 “Emang kamu gak penasaran?” sebenarnya Novi ingin sekali memberitahu sahabat-sahabatnya bahwa kepsek pengganti itu Kak Fahri, pengganti  Om Hasan.
Novi menggeleng dan sambil menyuapkan somay ke mulutnya.

 “Doorrrrrrr” Novi dikagetkan oleh Devi dari belakang.

“Ishh lo tuh ya untung gue ga keselek somay.” kesal Novi dan menyeruput jus jeruknya.

“Ehh vii ko lo gak ngasih tau sih kalo kepseknya itu-----“ Novi menginjak kaki Devi dan memolotinya.
Citra, Mita, dan Rani bingung melihat tingkah Novi yang aneh.

“kenapa sih, Vi?”

“Oh jangan jangan lo udah tau kepseknya ya?”
Novi salah tingkah dan serba salah. Ia bingung harus bagaimana.

“Ohh gitu ya sekarang….”Rani pura-pura merajuk.

“Lo sih dev.” Devi nyengir. “hehe sorry, gue ga tau. Yaudah gue duluan ya. Bye.”

Sementara Citra, Mita, dan Rani sudah menatap Novi dengan tatapan membunuh, oh maksudnya’meminta penjelasan’

“Sabar dong mbak. Iyaiya nih ya novi yang cantik ini bakal ngasih tau.” Rani memutar bola matanya.”cepet elahhh”

“kepsek baru itu Kak Fahri.”ucap Novi santai.

“APAAA?!”ucap mereka kaget.

Citra kaget bukan main, ternyata Fahri lah yang menggantikan Pak Hasan. Pantas saja jika anak-anak berbicara seperti itu.

“Pantes mereka bilang gitu. Kepseknya emang cakep.”ucap Mita

“Ekhmmm Ciee citra.”ucap ketiga sahabatnya. Yapp mereka sudah tau dari Novi kalo kakaknya itu suka pada Citra.

“Ishhh apa deh.” Citra menahan senyum dan memalingkan wajahnya, malu.

 ***

Hari kamis, jadwal Citra untuk eskul. Ia mengikuti eskul tataboga. Ternyata ada kegiatan tambahan dan membuat Citra pulang semakin sore. Ia bingung sekarang harus meminta jemput siapa. Ayahnya masih dikantor, abangnya sedang sibuk, ia berniat untuk memesan grab tapi hpnya lowbat.

“Arghhh gimana ini. Mana jalanan udah sepi lagi.”ucap Citra takut. Ia duduk dihalte depan sekolah dan menunduk, menutupi muka dengan tangannya.

“Sendiri aja?”tanya seseorang berdiri disebelahnya.

Citra mendongak. Mata mereka bertemu. Tapi ia langsung mengalihkan pandangannya.

“Ehh iya pak.” jawab Citra gugup. Sekarang kan Fahri sudah menjadi kepala sekolahnya.

“Jangan panggil pak deh, panggil kakak aja.”

“Tapi ga sopan.”

“Ini kan udah diluar jam sekolah Cit, jadi santai aja.” Citra mengangguk lemah dan tersenyum.

“Kamu kenapa? Nunggu dijemput?”Citra menggeleng.

“Terus ngapain dong? “Citra menggeleng lagi.

“Pulang yuk! Kakak anter. Mau ya?”mata Citra berbinar.

“Serius kak?”

“Iya serius, masa iya mainin kamu.”

“Ishhh bapakkk.”ucap Citra kesal.

“Kakak Cit.” koreksi Fahri.

“Bapak aja deh.”

“Berasa tuaa banget kalo bapak.” Citra terkekeh pelan dan tersenyum. Fahri sangat suka melihat Citra tersenyum. Kini dia adalah semangatnya.

“Ayo cit, ini udah sore loh!” Citra mengangguk.

Di dalam mobil, Citra hanya diam. Sebenarnya canggung. Jadi Fahri lah yang harus memulai.

“Oiya, tumben pulangnya sore banget.”tanya Fahri.

“Iya kak, tadi eskul dulu.”Fahri mengangguk.

“Ikut eskul apa?”

“Tataboga kak.”Fahri mengangguk lagi.

“ Udah makan belum Cit?” Citra menggeleng. Tiba-tiba Fahri menghentikan mobilnya dipinggir jalan.

“Tunggu sebentar.” Citra bingung. Kak fahri mau ngapain? Tapi tak lama setelah itu ia kembali dan membawa kantong plastik.

“Nih kamu suka ini kan?” Fahri menyodorkan plastik itu pada Citra. 
Citra menerimanya.

“Apa kak?”

“Buka aja cit, buat ganjel laper.”

“Wahhh bakpauuu. Kakak ko tau aku suka bakpau.”

“Taulah, semua tentang kamu pun kakak tau.”

“Masa?”Fahri mengangguk pasti.

“Asal kamu udah jadi milikku seutuhnya.”lanjut Fahri pelan. Sangat pelan. Tapi Citra masih bisa mendengarnya.

“Hah?”

“Enggak, udah cepet kamu abisin itu bakpaunya.”

“Kakak ga makan juga?”tanya citra. Fahri menggeleng.

“Kakak masih kenyang. Tapi kalo kamu mau nyuapin kakak sih gapapa.”

“Ishh kak Fahri.”

“Hahaha bercanda Citra.”

Perjalanan kali ini terasa begitu indah, di temani senja dan orang yang kita cinta.
Ternyata, bahagia itu sederhana.
Citra sudah mengabari keluarganya bahwa ia pulang telat dan sekarang dalam perjalanan pulang. Ya, tadi citra Mengabari mamanya menggunakan ponsel Fahri. mengabari supaya keluarganya tak khawatir.

“Makasih kak.” ucap Citra ketika mereka sudah sampai.

“Sama-sama Cit, yaudah kakak pulang ya. Salam buat keluarga kamu.” Citra mengangguk.
Ia melambaikan tangannya, Fahri juga. Setelah Fahri benar-benar pergi, Citra masuk ke dalam rumahnya.

'hari yang indah' Citra tersenyum lebar.


Part 4, bosen gak? atau penasaran? hehe...
ditunggu saran dan kritiknya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NOVEL(PART 6)

CINTA HALALKU PART 6  "Semoga kamu adalah masa depanku. Aku disini bersiap menjemputmu." ~Fahri Al Farizi~ ...